PASSION - PERSISTENSI - DETERMINASI
Berapa jam anda bekerja di
kantor, di rumah atau dimanapun anda berada untuk mengisi hari-hari perjalanan
kehidupan ini…..apakah yang kita lakukan saat ini sudah sesuai dengan pilihan
hidup kita ataukah “ saya jalani aja apa yang ada….” Ataukah kita hanya
melakoni pekerjaan yang sebenarnya kita tidak mengaharapkannya.
Pilihan pekerjaan sebaiknya didasari oleh
“Passion”. Setiap hari kita selalu tak sabar menunggu hari
esok tiba, karena hari hari kita sangat bermakna dan berarti. Rasanya kita
tidak akan pernah kehabisan energi dan semangat untuk mengerjakan apa yang
menjadi ”passion” kita, dan bahkan selalu saja ada jalan keluar bilamana
terbentur dengan kesulitan-kesulitan karena apa yang yang menjadi fokus dia
bukannya kesulitannya namun adalah peluang. Sebaliknya kita bisa bayangkan
bilamana yang kita kerjakan setiap hari adalah sesuatu yang bukan menjadi
”passion” kita, suatu pekerjaan atau kehidupan semu yang kita jalani karena
”keterpaksaan” mungkin karena faktor material atau kebutuhan duniawi yang hanya
kita bisa reguk kebahagiaannya secara sesaat saja sehingga mungkin yang tersisa
adalah kesia-sian di sepanjang sisa hidup kita.
Secara sederhana Passion didefinisikan sebagai
semangat yang besar disertai dengan emosi dan hasrat yang membara untuk
memwujudkan sesuatu.
Kemudian ”Persistensi”. Setelah menemukan pekerjaan yang sesuai
dengan passion anda, maka lakukan pekerjaan tersebut dengan kegigihan, keuletan
dan dengan ketekunan yang tinggi. Didalam perjalanannya seringkali kita
terbentur rintangan-rintangan yang berakibat kegagalan yang cukup menyakitkan,
namun tahukah anda bahwa kegagalan tersebut bukanlah karena kita tidak berbakat
atau karena kita bodoh, namun yang sering terjadi seseorang itu menjadi gagal
karena dia telah berhenti atau tak mau meneruskan lagi upayanya dengan gigih
dan pantang menyerah. Bilamana terbentur rintangan dan berhenti ......ya tentu
saja dia gagal mencapai tujuannya. Namun bilamana jatuh terbentur lalu berdiri
lagi dan mengambil pelajarannya kemudian lari lagi, berupaya lagi tentu kita
akan bisa sampai ke garis finish yang dituju. Kita semua pasti pernah mengalami
kegagalan. Namun bukan
berarti ini mesti membuat kita berhenti dan menyerah kalah. Orang bijak belajar
dari kesalahan dan kegagalan yang mereka lakukan, dan kemudian berproses untuk
kembali menemukan jalur pencapaian tujuan hidup mereka. Ditengah tantangan yang
terus muncul dan jalan kehidupan yang terjal penuh tikungan, mereka terus
menderapkan kaki : sebab mereka percaya pada akhirnya, cahaya keberhasilan itu
pelan-pelan bisa dinyalakan. Mereka terus berjuang dengan persisten.
Yang terakhir adalah ”Determinasi”. Determinasi atau tekad yang tinggi dan terus
mengalir, fokus pada satu tujuan akhir yang hendak ditujunya. Determinasi juga
merupakan komitmen diri ditambah dengan fokus dan konsistensi untuk
merealisasikan tujuan-tujuan yang telah kita tetapkan. Orang yang memiliki
determinasi karenanya, tak pernah mau menyalahkan orang atau pihak lain
manakala dihadang oleh segunung tantangan hidup. Mereka lebih suka selalu
mencari akar masalah dan lalu mencoba menemukan solusi untuk menghadang. Mereka
juga enggan mengeluh ketika dihantam oleh berderet problem kehidupan dan beban
pekerjaan yang kian memuncak. Sebab mereka percaya, mengeluh tak layak baginya
dan hanya orang-orang yang kalah saja yang akan mengeluh.
Itulah tiga elemen –
yakni passion, persistensi dan determinasi – yang mungkin mesti
kita cari dan bangun untuk menjalani sisa kehidupan yang pendek ini. Yang
pertama, temukan passion, kegairahan sejati dalam langkah kehidupan yang ingin
Anda tapaki. Lalu, bergeraklah, bergeraklah dengan penuh persistensi atau
semangat kegigihan. Kemudian jalani itu semua dengan determinasi yang tinggi.
…..Tahu saja tidak cukup; kita harus menerapkannya…….
.................Ingin saja tidak cukup; kita harus melakukannya........
(Johann Wolfgang Van Goethe)
Reference:
-
Yodhia Antariksa, are you happy with your job now ?
-
Arvan Pradiansyah, You are a leader
-
Tommy Siawira, Passion adalah bahan bakar bagi puncak
pencapaian prestasi
