Senin, 27 April 2015

Tidak Harus Sesuai Rencana

Perjalanan hidup tidak selalu sesuai rencana. Tetapi menyusun rencana jauh lebih baik dibandingkan hidup yang mengalir begitu saja. Rencana yang hebat pasti punya hambatan. Jadi, bila kehidupan Anda biasa saja dan tak pernah ada hambatan yang berarti, introspeksilah, jangan-jangan Anda menjalani kehidupan di bawah rata-rata.

Namun, rencana hidup atau sering saya sebut "Proposal Hidup" (baca buku saya "Tuhan Inilah Proposal Hidupku", terbitan Gramedia) bukanlah kitab suci. Ia bisa diubah sesuai dengan perkembangan yang terjadi. Disesuaikan dengan berbagai fakta yang terjadi di lapangan.

Dikisahkan, dua orang penghuni rumah sakit jiwa sudah tidak betah tinggal di rumah sakit. Ia merasa begitu tersiksa, ia ingin menjalani kehidupan yang bebas seperti orang normal. Ia ingin kabur namun penjagaan di pintu gerbang begitu ketat. Belum lagi gerbangnya digembok berlapis. Kedua orang itu akhirnya menyusun rencana untuk kabur.

Mereka melakukan pembangian tugas. Sebagai mantan karateka, si A mendapat tugas melumpuhkan dua orang satpam yang selalu menjaga pintu gerbang. Sementara sebagai mantan pencuri mobil dan motor, si B mendapat tugas membuka gembok gerbang yang terkenal kokoh.

Di hari yang ditentukan, keduanya kabur dan komitmen menjalankan tugas masing-masing. Namun begitu sampai pintu gerbang, ternyata gerbang tidak dikunci. Bahkan pintu gerbangnya terbuka lebar, Satpam yang biasanya ada juga tidak tampak di lokasi.

Keduanya pun memutuskan tidak jadi kabur dan serentak berkata, "Payah, nih… Gak sesuai rencana!" Mereka pun kembali masuk ke rumah sakit jiwa itu.

Salam SuksesMulia!

Jamil Azzaini

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Sabtu, 18 April 2015


Resensi Buku

Quranic Law Of Attraction



Penulis             : Rusdin S. Rauf
Penerbit           :Hikmah (PT Mizan Publika)
Cetakan           : I / Maret 2008
Tebal               : xiii + 251 halaman
Resensi oleh Toto Sugeng


Didalam pengantarnya, penerbit Mizan menyampaikan bahwa Law of attraction menumbuhkan kedahsyatan pikiran sadar maupun bawah sadar. Pengalaman seseorang dinyatakan merujuk pada apa yang dipikirkan, jika pikiran kita positif maka pengalaman positif yang akan mencuat demikian sebaliknya. Law of Attraction ini mulai popular diawali dengan bukunya Rhonde Byrne yaitu The Secret th 2006 dan Michael J Losier dalam The Law of Attraction di th 2007. Namun disebutkan bahwa hal ini bukan gagasan baru karena di kitab Taurat, Injil bahkan Hinduisme disinyalir telah menyinggungnya. Untuk itu penulis kelahiran Luwuk yang termasuk produktif di usianya yang masih muda  ini dengan gamblang mengutip banyak ayat untuk membuktikan bahwa Law of Attraction juga sudah ada didalam kita suci Al Quran.
Buku ini mengupas tentang adakah Law of attraction di dalam Al-Quran, sungguh menarik si pengarang Rusdin S Rauf mengulasnya mulai dari menjelaskan apa itu The Law of Atraction dimana di definisikan sebagai “segala sesuatu yang kita pikirikan dengan segenap perhatian, energi dan konsentrasi pikiran, baik hal yang positif maupun negative akan datang ke dalam kehidupan kita”. Buku ini terdiri dari 5 bab dimana pada bab awal menjelaskan apa itu The Law of Attraction dan ayat-ayat di Al Quran yang memperkuat adanya hal ini, selanjutnya di bab selanjutnya di kupas hal-hal apa saja di seputar kehidupan kita yang dipengaruhi oleh kedekatan dan pemahaman kita aka isi dari Al Quran.
Hukum ketertarikan (law of attraction) akan memberikan respond apapun yang kita pancarkan dengan mendatangkan getaran dalam bentuk pikiran dan perasaan dimana getaran ini bisa positif maupun negative sehingga saat kita memikirkan sesuatu maka pada saat itulah kita menarik sesuatu itu kearah diri kita, jadi jika kita memikirkan apa-apa yang kita inginkan atau suka maka hidup kita akan akan dipenuhi oleh hal-hal yang kita suka demikian juga sebaliknya, sehingga kita perlu berhati-hati didalam memikirkan kehidupan kita.
Salah satu ayat yang dengan gamblang memaparkan bahwa hukum ketertarikan telah ada sejak Al Quran diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW adalah QS Az Zalzalah [99]: 7-8, “ Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan) nya”. Dimana secara ringkasnya dapat dikatakan adalah kebaikan akan berbalas kebaikan dan keburukan akan berbalan keburukan. Beberapa ayat lainnya juga menjadi rujukannya yaitu Al Mu’minun [23]:96 ; QS Al Mulk [67]:15 ; QS Al Qashash [28]:77.
Didalam buku ini juga dibahas bagaimana kekuatan Al Quran sangat penting untuk dapat disuntikkan kedalam nurani kehidupan dengan menyuntikan kekuatan Al Quran kedalam jiwa kita maka kita akan dapat menjalani kehidupan ini sesuai dengan hukum ketertarikan, karena hukum ketertarikan akan tunduk dengan hukum-hukum Allah karena Allah lah yang mengatur segala hukum ketertarikan di alam semesta ini, hal ini seperti yang disebutkan di QS Az Zumar [39]:5.
Rumus Kesuksesan dan Kebahagian menurut sudut pandang Al Quran adalah manakala kita memasukkan iman dalam diri kita, dan berusaha mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari (ihsan) maka merekalah yang akan mendapatkan jaminan keberuntungan (sukses dan bahagia) bukan saja di dunia tetapi ia juga mendapatkan jaminan di surga. Kemudian apa hubungannya antara keberimanan dengan hukum ketertarikan, dari hadits nabi yang sahih dikatakan bahwa iman itu harus diyakini benar-benar dalam hati, diucapkan dengan lesan dengan sesadar-sadarnya dan diwujudkan dengan tindakan yang nyata, dari sini sangat jelas bahwa sebelum melakukan sesuatu kita harus mempunyai keyakinan atas kebenaran yg kita lakukan, keyakinan dalam hati adalah kunci dari hukum ketertarikan (jadi kalau doa kita belum terkabul, benarkah apa yg kita minta di doa kita sudah sesuai dengan apa yang kita yakini di hatinurani kita)
Sesuai dengan hukum energi yg berbunyi energi tidak dapat dimusnahkan ia hanya akan berubah bentuk dari satu bentuk ke bentuk yang lainnya. Begitu pula dengan AL Quran, ia pun mempunyai energi yaitu ada 3 pusat energi yang terdapat didalam Al Quran yaitu Energi doa, energi syukur dan senergi sabar. Dimana bila kita menekuni nilai-nilai energinya sesungguhnya kita sedang melakukan trsnformasi energi yaitu energi abstrak menjadi energi konkrit, dimana hal ini dapat dijelaskan bahwa energi yang terkandung didalam Al quran akan menjadi konkrit manakala kita mewujudkannya dalam kehidupan keseharian (melalui doa, syukur dan sabar), mereka yang tidak menekuni atau mengaplikasikan ajaran-ajaran Alquran tidaklah akan mampu melakukan transformasi energi itu, mereka hanya bisa membaca saja namun tidak mengamalkannya sehingga transformasi energi tidak akan terjadi.
Pengertian ketiganya dibahas dengan tuntas di buku ini seperti mengapa doa kita tidak terkabul adakah kesalahan kita didalam berdoa, kita dipandu untuk lebih menajamkan doa kita. Selain itu juga bagaimana melakukan syukur yang benar yaitu dengan mengenal nikmat nikmat Allah lebih dahulu maka kita akan lebih mudah beryukur dan terakhir adalah sabar yaitu bertahan dalam mengerjakan perintah Allah dan menahan diri dari amal yang dilarang Allah, sabar bukanlah sikap pasrah melainkan sikap menahan diri
Kolaborasi antara doa, syukur dan sabar adalah sangat penting bak secangkir kopi tanpa gula demikian dikatakannya, karena ketiga satu sama lain sangat saling berhubungan. Didalam aplikasinya dikatakan bahwa pertama-tama kita harus mengenali apa yang sebenarnya kita inginkan didalam hidup ini (apa visi kita kedepan) dengan telah adanya visi maka berdoalah agar Allah dapat menyambutnya, berikutnya tanamkan kuat-kuat tujuan doa anda dengan menjauhi keraguan-keraguan atas ketidakyakinan kita akan apa yang akan kita tuju, berikutnya syukur perlu dihidupkan agar rasa syukur ini dapat lebih banyak merengkuh getaran posituf . Selanjutnya adalah yakinlah, rasakanlah dan rengkuhlah demikian dikatakan oleh penulis untuk menguatkan apa yg kita inginkan. Dan terkahir kita gunakan energi sabar untuk bangkit dari kegagalan, dengan membiasakan bersabar maka kita akan bangkit membenahi diri menuju tujuan-tujuan dan keinginan kita dimana disitulah letak kesuksesan kita.
Selanjutnya di buku ini diceritakan kisah-kisah nyata yang merupakan wujud Alquran merespond keinginan-keinginan kita, dijelaskan secara nyata dan jelas apa yg terjadi. Dan selanjutnya kita akan dapat bimbingan bagaimana kita merespond Alquran yaitu dengan analogi yg sederhana tanpa adanya password atau infrastructure yang baik maka mustahil kita bisa melakukan koneksi laptop kita dengan jaringan. Demikian juga dengan Alquran dimana harus ada media atau infrastructure yang menghubungkannya dengan kita, maka bangun media atau infrastructure tersebut dengan secara rutin membiasakan kita untuk membaca Alquran dan pastikan kita memaknai ayat ayatnya (tidak hanya membaca saja) dengan demikian kita akan dapat melakukan transformasi energi dengan baik dan mengawali hari-hari dan pikiran serta perasaan kita dengan energi positif. Temukan ayat-ayat yang dapat digunakan sebagai doa, dan dengan focus terhadap nilai-nilai Alquran dengan perasaan dan pikiran anda yang pada dasarnya kita dapat mengirim getaran positif kealam sekitar dan pada gilirannya alam sekeliling akan merespond balik getaran tersebut.
Dengan memahami begitu kuatnya getaran energi positif yang dipancarkan oleh Alquran maka wujud dan hasilnya sangat tergantung dari usaha kita agar transformasi energi ini dapat berjalan dengan baik dan getaran positif disekeliling kita tertarik untuk mendekati kita dan berubah bentuk dengan wujud yang nyata untuk mewujudkan tujuan dan keinginan kita.



(TSW 0908)


PASSION - PERSISTENSI - DETERMINASI


Berapa jam anda bekerja di kantor, di rumah atau dimanapun anda berada untuk mengisi hari-hari perjalanan kehidupan ini…..apakah yang kita lakukan saat ini sudah sesuai dengan pilihan hidup kita ataukah “ saya jalani aja apa yang ada….” Ataukah kita hanya melakoni pekerjaan yang sebenarnya kita tidak mengaharapkannya.

Pilihan pekerjaan sebaiknya didasari oleh “Passion”. Setiap hari kita selalu tak sabar menunggu hari esok tiba, karena hari hari kita sangat bermakna dan berarti. Rasanya kita tidak akan pernah kehabisan energi dan semangat untuk mengerjakan apa yang menjadi ”passion” kita, dan bahkan selalu saja ada jalan keluar bilamana terbentur dengan kesulitan-kesulitan karena apa yang yang menjadi fokus dia bukannya kesulitannya namun adalah peluang. Sebaliknya kita bisa bayangkan bilamana yang kita kerjakan setiap hari adalah sesuatu yang bukan menjadi ”passion” kita, suatu pekerjaan atau kehidupan semu yang kita jalani karena ”keterpaksaan” mungkin karena faktor material atau kebutuhan duniawi yang hanya kita bisa reguk kebahagiaannya secara sesaat saja sehingga mungkin yang tersisa adalah kesia-sian di sepanjang sisa hidup kita.
Secara sederhana Passion didefinisikan sebagai semangat yang besar disertai dengan emosi dan hasrat yang membara untuk memwujudkan sesuatu.

Kemudian ”Persistensi”. Setelah menemukan pekerjaan yang sesuai dengan passion anda, maka lakukan pekerjaan tersebut dengan kegigihan, keuletan dan dengan ketekunan yang tinggi. Didalam perjalanannya seringkali kita terbentur rintangan-rintangan yang berakibat kegagalan yang cukup menyakitkan, namun tahukah anda bahwa kegagalan tersebut bukanlah karena kita tidak berbakat atau karena kita bodoh, namun yang sering terjadi seseorang itu menjadi gagal karena dia telah berhenti atau tak mau meneruskan lagi upayanya dengan gigih dan pantang menyerah. Bilamana terbentur rintangan dan berhenti ......ya tentu saja dia gagal mencapai tujuannya. Namun bilamana jatuh terbentur lalu berdiri lagi dan mengambil pelajarannya kemudian lari lagi, berupaya lagi tentu kita akan bisa sampai ke garis finish yang dituju. Kita semua pasti pernah mengalami kegagalan. Namun bukan berarti ini mesti membuat kita berhenti dan menyerah kalah. Orang bijak belajar dari kesalahan dan kegagalan yang mereka lakukan, dan kemudian berproses untuk kembali menemukan jalur pencapaian tujuan hidup mereka. Ditengah tantangan yang terus muncul dan jalan kehidupan yang terjal penuh tikungan, mereka terus menderapkan kaki : sebab mereka percaya pada akhirnya, cahaya keberhasilan itu pelan-pelan bisa dinyalakan. Mereka terus berjuang dengan persisten.

Yang terakhir adalah ”Determinasi”. Determinasi atau tekad yang tinggi dan terus mengalir, fokus pada satu tujuan akhir yang hendak ditujunya. Determinasi juga merupakan komitmen diri ditambah dengan fokus dan konsistensi untuk merealisasikan tujuan-tujuan yang telah kita tetapkan. Orang yang memiliki determinasi karenanya, tak pernah mau menyalahkan orang atau pihak lain manakala dihadang oleh segunung tantangan hidup. Mereka lebih suka selalu mencari akar masalah dan lalu mencoba menemukan solusi untuk menghadang. Mereka juga enggan mengeluh ketika dihantam oleh berderet problem kehidupan dan beban pekerjaan yang kian memuncak. Sebab mereka percaya, mengeluh tak layak baginya dan hanya orang-orang yang kalah saja yang akan mengeluh.

Itulah tiga elemen – yakni passion, persistensi dan determinasi – yang mungkin mesti kita cari dan bangun untuk menjalani sisa kehidupan yang pendek ini. Yang pertama, temukan passion, kegairahan sejati dalam langkah kehidupan yang ingin Anda tapaki. Lalu, bergeraklah, bergeraklah dengan penuh persistensi atau semangat kegigihan. Kemudian jalani itu semua dengan determinasi yang tinggi.


…..Tahu saja tidak cukup; kita harus menerapkannya…….
.................Ingin saja tidak cukup; kita harus melakukannya........
(Johann Wolfgang Van Goethe)



Reference:
-          Yodhia Antariksa, are you happy with your job now ?
-          Arvan Pradiansyah, You are a leader

-          Tommy Siawira, Passion adalah bahan bakar bagi puncak pencapaian prestasi