Resensi Buku
Quranic Law Of Attraction
Penulis :
Rusdin S. Rauf
Penerbit :Hikmah
(PT Mizan Publika)
Cetakan : I /
Maret 2008
Tebal :
xiii + 251 halaman
Resensi oleh Toto Sugeng
Didalam pengantarnya, penerbit Mizan menyampaikan
bahwa Law of attraction menumbuhkan kedahsyatan pikiran sadar maupun bawah
sadar. Pengalaman seseorang dinyatakan merujuk pada apa yang dipikirkan, jika
pikiran kita positif maka pengalaman positif yang akan mencuat demikian
sebaliknya. Law of Attraction ini mulai popular diawali dengan bukunya Rhonde Byrne
yaitu The Secret th 2006 dan Michael J Losier dalam The Law of Attraction di th
2007. Namun disebutkan bahwa hal ini bukan gagasan baru karena di kitab Taurat,
Injil bahkan Hinduisme disinyalir telah menyinggungnya. Untuk itu penulis
kelahiran Luwuk yang termasuk produktif di usianya yang masih muda ini dengan gamblang mengutip banyak ayat untuk
membuktikan bahwa Law of Attraction juga sudah ada didalam kita suci Al Quran.
Buku ini mengupas tentang adakah Law of
attraction di dalam Al-Quran, sungguh menarik si pengarang Rusdin S Rauf
mengulasnya mulai dari menjelaskan apa itu The Law of Atraction dimana di
definisikan sebagai “segala sesuatu yang kita pikirikan dengan segenap
perhatian, energi dan konsentrasi pikiran, baik hal yang positif maupun negative
akan datang ke dalam kehidupan kita”. Buku ini terdiri dari 5 bab dimana pada
bab awal menjelaskan apa itu The Law of Attraction dan ayat-ayat di Al Quran
yang memperkuat adanya hal ini, selanjutnya di bab selanjutnya di kupas hal-hal
apa saja di seputar kehidupan kita yang dipengaruhi oleh kedekatan dan
pemahaman kita aka isi dari Al Quran.
Hukum ketertarikan (law of attraction) akan
memberikan respond apapun yang kita pancarkan dengan mendatangkan getaran dalam
bentuk pikiran dan perasaan dimana getaran ini bisa positif maupun negative
sehingga saat kita memikirkan sesuatu maka pada saat itulah kita menarik
sesuatu itu kearah diri kita, jadi jika kita memikirkan apa-apa yang kita
inginkan atau suka maka hidup kita akan akan dipenuhi oleh hal-hal yang kita
suka demikian juga sebaliknya, sehingga kita perlu berhati-hati didalam
memikirkan kehidupan kita.
Salah satu ayat yang dengan gamblang
memaparkan bahwa hukum ketertarikan telah ada sejak Al Quran diwahyukan kepada
Nabi Muhammad SAW adalah QS Az Zalzalah [99]: 7-8, “ Maka barang siapa
mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan
barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat
(balasan) nya”. Dimana secara ringkasnya dapat dikatakan adalah kebaikan akan
berbalas kebaikan dan keburukan akan berbalan keburukan. Beberapa ayat lainnya juga
menjadi rujukannya yaitu Al Mu’minun [23]:96 ; QS Al Mulk [67]:15 ; QS Al
Qashash [28]:77.
Didalam buku ini juga dibahas bagaimana
kekuatan Al Quran sangat penting untuk dapat disuntikkan kedalam nurani
kehidupan dengan menyuntikan kekuatan Al Quran kedalam jiwa kita maka kita akan
dapat menjalani kehidupan ini sesuai dengan hukum ketertarikan, karena hukum
ketertarikan akan tunduk dengan hukum-hukum Allah karena Allah lah yang
mengatur segala hukum ketertarikan di alam semesta ini, hal ini seperti yang
disebutkan di QS Az Zumar [39]:5.
Rumus Kesuksesan dan Kebahagian menurut
sudut pandang Al Quran adalah manakala kita memasukkan iman dalam diri kita,
dan berusaha mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari (ihsan) maka
merekalah yang akan mendapatkan jaminan keberuntungan (sukses dan bahagia)
bukan saja di dunia tetapi ia juga mendapatkan jaminan di surga. Kemudian apa
hubungannya antara keberimanan dengan hukum ketertarikan, dari hadits nabi yang
sahih dikatakan bahwa iman itu harus diyakini benar-benar dalam hati, diucapkan
dengan lesan dengan sesadar-sadarnya dan diwujudkan dengan tindakan yang nyata,
dari sini sangat jelas bahwa sebelum melakukan sesuatu kita harus mempunyai
keyakinan atas kebenaran yg kita lakukan, keyakinan dalam hati adalah kunci
dari hukum ketertarikan (jadi kalau doa kita belum terkabul, benarkah apa yg
kita minta di doa kita sudah sesuai dengan apa yang kita yakini di hatinurani
kita)
Sesuai dengan hukum energi yg berbunyi
energi tidak dapat dimusnahkan ia hanya akan berubah bentuk dari satu bentuk ke
bentuk yang lainnya. Begitu pula dengan AL Quran, ia pun mempunyai energi yaitu
ada 3 pusat energi yang terdapat didalam Al Quran yaitu Energi doa, energi
syukur dan senergi sabar. Dimana bila kita menekuni nilai-nilai energinya
sesungguhnya kita sedang melakukan trsnformasi energi yaitu energi abstrak
menjadi energi konkrit, dimana hal ini dapat dijelaskan bahwa energi yang
terkandung didalam Al quran akan menjadi konkrit manakala kita mewujudkannya
dalam kehidupan keseharian (melalui doa, syukur dan sabar), mereka yang tidak
menekuni atau mengaplikasikan ajaran-ajaran Alquran tidaklah akan mampu
melakukan transformasi energi itu, mereka hanya bisa membaca saja namun tidak
mengamalkannya sehingga transformasi energi tidak akan terjadi.
Pengertian ketiganya dibahas dengan tuntas
di buku ini seperti mengapa doa kita tidak terkabul adakah kesalahan kita
didalam berdoa, kita dipandu untuk lebih menajamkan doa kita. Selain itu juga
bagaimana melakukan syukur yang benar yaitu dengan mengenal nikmat nikmat Allah
lebih dahulu maka kita akan lebih mudah beryukur dan terakhir adalah sabar
yaitu bertahan dalam mengerjakan perintah Allah dan menahan diri dari amal yang
dilarang Allah, sabar bukanlah sikap pasrah melainkan sikap menahan diri
Kolaborasi antara doa, syukur dan sabar
adalah sangat penting bak secangkir kopi tanpa gula demikian dikatakannya,
karena ketiga satu sama lain sangat saling berhubungan. Didalam aplikasinya
dikatakan bahwa pertama-tama kita harus mengenali apa yang sebenarnya kita
inginkan didalam hidup ini (apa visi kita kedepan) dengan telah adanya visi
maka berdoalah agar Allah dapat menyambutnya, berikutnya tanamkan kuat-kuat
tujuan doa anda dengan menjauhi keraguan-keraguan atas ketidakyakinan kita akan
apa yang akan kita tuju, berikutnya syukur perlu dihidupkan agar rasa syukur
ini dapat lebih banyak merengkuh getaran posituf . Selanjutnya adalah yakinlah,
rasakanlah dan rengkuhlah demikian dikatakan oleh penulis untuk menguatkan apa
yg kita inginkan. Dan terkahir kita gunakan energi sabar untuk bangkit dari
kegagalan, dengan membiasakan bersabar maka kita akan bangkit membenahi diri
menuju tujuan-tujuan dan keinginan kita dimana disitulah letak kesuksesan kita.
Selanjutnya di buku ini diceritakan
kisah-kisah nyata yang merupakan wujud Alquran merespond keinginan-keinginan
kita, dijelaskan secara nyata dan jelas apa yg terjadi. Dan selanjutnya kita
akan dapat bimbingan bagaimana kita merespond Alquran yaitu dengan analogi yg
sederhana tanpa adanya password atau infrastructure yang baik maka mustahil
kita bisa melakukan koneksi laptop kita dengan jaringan. Demikian juga dengan
Alquran dimana harus ada media atau infrastructure yang menghubungkannya dengan
kita, maka bangun media atau infrastructure tersebut dengan secara rutin membiasakan
kita untuk membaca Alquran dan pastikan kita memaknai ayat ayatnya (tidak hanya
membaca saja) dengan demikian kita akan dapat melakukan transformasi energi
dengan baik dan mengawali hari-hari dan pikiran serta perasaan kita dengan energi
positif. Temukan ayat-ayat yang dapat digunakan sebagai doa, dan dengan focus
terhadap nilai-nilai Alquran dengan perasaan dan pikiran anda yang pada
dasarnya kita dapat mengirim getaran positif kealam sekitar dan pada gilirannya
alam sekeliling akan merespond balik getaran tersebut.
Dengan memahami begitu kuatnya getaran
energi positif yang dipancarkan oleh Alquran maka wujud dan hasilnya sangat
tergantung dari usaha kita agar transformasi energi ini dapat berjalan dengan
baik dan getaran positif disekeliling kita tertarik untuk mendekati kita dan
berubah bentuk dengan wujud yang nyata untuk mewujudkan tujuan dan keinginan
kita.
(TSW 0908)